Perolehan Hasil Fraud dan Kerugian Yang Dihasilkan dari Suatu Fraud

Sebuah fraud yang terjadi tidak hanya melahirkan aset yang diperoleh (oleh pelaku) dari fraud, tetapi juga suatu kerugian yang ditimbulkan akibat fraud. Pemisahan konsep ini tidak hanya merupakan semantik saja. Dalam kasus Bernard Madoff (2009), kita melihat bahwa penyitaan, perampasan, dan pengembalian aset hasil kejahatan kepada korban saja tidak cukup untuk memulihkan keadaan. Meskipun aset Madoff dirampas dan ia dijatuhi hukuman badan (penjara), banyak pihak tetap menempuh gugatan perdata karena adanya selisih kerugian yang jauh melampaui fisik aset yang tersisa. Belajar dari pengalaman praktik para ahli Klitig, bahwa dalam setiap skema fraud, kita akan menghadapi dua klasifikasi utama yaitu aset yang diperoleh pelaku dari suatu fraud dan kerugian-dampak finansial yang diderita korban, yang dalam beberapa pengalaman jumlahnya (kerugian) dapat lebih besar daripada aset yang diperoleh dan dinikmati oleh pelaku fraud tersebut. Oleh karena itu investigasi forensik tidak boleh berhenti pada pemenuhan fakta terkait pemenuhan unsur pidana (delik), melainkan juga meliputi analisis aliran dana dan kuantifikasi kerugian, untuk nantinya membangun strategi asset recovery yang baik.

Unduh: Perolehan Hasil Fraud dan Kerugian Yang Dihasilkan dari Suatu Fraud

Scroll to Top