Tidak ada makan siang gratis. Di balik jamuan mewah, hadiah mahal, dan hubungan pertemanan yang tampak biasa, tersembunyi salah satu skandal suap terbesar dalam sejarah militer Amerika Serikat. Kasus ini melibatkan Leonard Glenn Francis, Presiden Direktur Glenn Defense Marine Asia (GDMA), perusahaan kontraktor jasa perkapalan berbasis di Singapura. Selama lebih dari 20 tahun, Leonard secara sistematis menyuap ratusan pejabat Angkatan Laut AS, termasuk pejabat tinggi AL 7th Fleet Amerika.
Suap diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari uang tunai, transfer melalui pihak ketiga, hadiah mewah, jamuan makan kelas atas, perjalanan wisata, hingga hiburan. Sebagai imbalannya, Leonard memperoleh informasi rahasia militer, pengaruh dalam penentuan rute dan lokasi sandar kapal, serta keistimewaan dalam proses pengadaan dan kontrak jasa.
Lebih mengejutkan lagi, praktik ini tidak hanya melibatkan individu, tetapi memanfaatkan celah sistem pengadaan, loyalitas jabatan, dan relasi informal untuk melakukan manipulasi kontrak dan overbilling bernilai puluhan juta dolar. Bagaimana skema ini dijalankan, siapa saja yang terlibat, dan bukti apa yang akhirnya membongkar jaringan ini? Jawabannya akan terungkap pada video di atas.
